Sejarah

 

 

SEJARAH

Yayasan Anugerah Semata Surabaya (YASS) terpanggil untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Mulanya YASS bekerja sama dengan YPPII (Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia) di Batu melalui lembaga Pendidikan Theologia yaitu Institut Injil Indonesia. Berdasarkan panggilan dan kerinduan hati yang sama, menanggapi Firman Tuhan di dalam Matius 9:37-38 “Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit”. Bertolak dari hal tersebut Institut Injil Indonesia dibawah naungan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Institut Injil Indonesia YPPII Batu bekerja sama dengan Yayasan Anugerah Semata Surabaya membuka Program Studi Misiologi Lintas Budaya di Surabaya. Setelah beberapa waktu kemudian dan telah menamatkan sejumlah alumni Program Studi Misiologi. Melihat perkembangan dan pergumulan YASS ingin menyelenggarakan program studi sendiri, maka YASS mengambil keputusan untuk memulai menyelenggarakan Program Studi secara mandiri dengan merencanakan dan menggagas program penyelenggaraan perguruan tinggi theologia. Sehingga pada 2 April 2013, Pimpinan YASS bersama pengurus lainnya mencetuskan dan menetapkan menyelenggarakan Perguruan Tinggi Keagamaan dengan nama Sekolah Tinggi Theologia Sola Gratia Indonesia.

STT Sola Gratia Indonesia menyelenggarakan dua Program Studi, yaitu: Program Studi Theologia dan Program Studi Misiologi yang mendapatkan Ijin Penyelenggaraan baik Institusi maupun Program Studi dari Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.