Seminar: Kebangkitan Kristus Ditinjau dari Perspektif Kaum Injili

 

Pada 25 September 2020, STT Sola Gratia Indonesia menyelenggarakan seminar akademik yang diikuti oleh seluruh civitas akademika, dan juga peserta dari luar. Pelaksanaan seminar ini berlangsung secara off line dan on line melalui link zoom STT Sola Gratia Indonesia. Tema Seminar Akademik kali ini adalah “Kebangkitan Kristus Ditinjau dari Perspektif Kaum Injili” sebagai Nara Sumber Bapak Julitinus Harefa, M.Th (Dosen Tetap, Ketua Program Studi Teologi STT Sola Gratia Indonesia). Pemandu acara sekaligus moderator adalah Sozanolo Hia (Staff Bidang Penjamin Mutu STT Sola Gratia Indonesia). Memulai pemaparannya bahwa:

Kisah kebangkitan Kristus menjadi suatu tantangan bagi para peneliti sejarah dan ahli ilmu pengetahuan sampai saat ini. Dari berbagai buku-buku yang diterbitkan ada banyak para ilmu pengetahuan menyangkal kebangkitan Yesus Kristus dengan berbagai alasan. Sikap semacam ini merupakan hal biasa dalam dunia sejarah, terlebih dalam ilmu teologi dimana terdapat peristiwa-peristiwa sejarah yang melampahi segala akal manusia. Itulah sebabnya perjumpaan antara ilmu pengetahuan dengan teologi sering mengalami perdebatan yang tidak dapat dibendung ketajamnnya. Bebicara tentang sikap skeptis para kaum liberal terhadap kebangkitan Yesus Kristus bukanlah fenomena yang mengherankan. Bahkan lebih daripada itu, para imam dan tua-tua Yahudi melakukan suatu kebohongan atas kebangkitan Kristus dengan menyuap serdadu-serdadu Romawi (sebagai saksi mata) untuk mengatakan bahwa jenazah Yesus dicuri oleh para murid-Nya (Mat. 28:11-15). Rasul Matius mengatakan bahwa ceritera tentang dusta mahkama agama masih tersiar diantara orang Yahudi, sejak kebangkitan Kristus sampai pada tahun 75 M

Fakta Alkitab Tentang Kebangkitan Kristus

Alkitab memberikan informasi lengkap terkait kebangkitan Yesus Kritus dari antara orang mati, setidaknya ada beberapa bukti sebagaimana yang dijelaskan dibah ini:

Pertama, kubur kosong. Maria Magdalena dan rombongannya pergi ke kubur Yesus dan mendapatkan kubur itu kosong (Mat. 28:5-8; Luk. 24:3). Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul (Luk. 24:10). Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi (Luk. 24:12).

Kedua, bekas luka. menurut Yohanes 20:25-29 mengatakan bahwa tubuh kebangkitan Kristus mengandung bekas luka pada lambungnya pada saat di salib. Lalu membuktikan hal itu, salah satu murid bernama Tomas berkata: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekalikali aku tidak akan percaya" (Yoh. 20:25). Kemudian Yesus berkata Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan 12 Julitinus Harefa, M.Th 25 Sep 20 cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." lalu Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku! (Yoh. 20:27- 28).

Ketiga, Ada Tulang dan Daging. pada suatu ketika Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu! Dan para murid terkejut dan takut serta menyangka kalau mereka melihat hantu, tetapi Yesus berkata kepada mereka "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Keempat, tubuh Yesus dapat diraba. perempuan perempuan yang datang di kubur memeluk kaki Yesus dan menyembahnya (Mat. 28:8). Dan bahkan Yesus dapat dilihat oleh mata jasmani, walau tubuh itu mempunyai kemampuan untuk menghilang secara ajaib.

Kelima, Yesus menampakan diri. setidaknya ada sebelas kali Yesus menampakan diri kepada murid-muridnya sebelum naik ke surga, dari berbagai situasi dan kondisi serta dalam jumlah orang yang berbeda-beda. Pada waktu terakhir saat naik kesurga ada lima ratus orang yang menyaksikannya (Luk. 24:44- 53; Kis. 1:3-9).

Dampak Penolakan Kebangkitan Tubuh Jasmani

Menolak kebangkitan badani berdampak pada pernyataan Alkitab dan keyakinan iman orang Kristen.

  1. Menolak Alkitab sebagai Firman Allah yang innerancy (ketidak salahan).
  2. Allah dianggap berdusta kepada para murid dengan mengilhamkan informasi yang salah sedangkan kepada Paulus berkata jujur.
  3. Mengabaikan sumber-sumber primer Injil-Injil Sinoptik tentang kubur kosong.
  4. Yesus dianggap hatu yang tidak berdaging dan bertulang.
  5. Mengandalkan sumber-sumber sekunder dari penelitian arkeologi dan spekulasi subyektif yang kebenarannya relative

Pelaksanaan seminar akademik dpat berjalan dengan yang diikuti oleh peserta seminar 159 orang, kiranya pelaksanaan seminar menjadi berkat bagi semua orang, Tuhan memberkati